Minggu, 10 Mei 2015

PROTOTYPING

1.
 
Pengertian Prototyping
Dalam Proses Analis Ini Pendekatan Perlu di lakukan bagi user / costumer, dan salahsatunya di lakukan dengan model Prototyping ini. Prototyping adalah prosesPengumpulan Persyaratan , Pengaplikasian, Prinsip Analisis, dan Penyusunan model perangkat lunak untuk di bangun dan di nilai Perkembangannya.Dan dalam Perkembangannya Prototyping Juga Terbagi Dalam 4 Model diantaranyaadalah :
 
Prototype Kertas : yakni Menggambarkan sebuah system denganmenggunakan media kertas Tidak bisa di uji coba dan di implementasikan.
 
Prototype berbasis PC : yakni memanfaatkan program aplikasi untuk menunjukanInteraksi Manusia dan Komputer.
 
Prototype Kerja Merupakan Implementasi Sebagian Fungsi System yangdi lihat unjuk kerjanya dan di wujudkan dalam sebuah Program.
 
Prototype Program Program Benar
 – 
 Benar di buat dan berfungsi namun terusmenerus di tambahkan dan di lengkapi.Menurut McLeod dan Schell (2007) mendefinisikan bahwa ada 2 tipe dari prototypeyakni :
 
Evolutionary Prototype , dan
 
Requirement Prototype.
A.
 
Evolutionary Prototype
Adalah prototype yang secara terus menerus di kembangkan hingga prototypetersebut memenuhi fungsi dan procedure yang di butuhkan oleh sistem. Berikutini merupakan Gambar dari alur Evolutionary PrototypeTidak
Gambar 1 Evolutionary Prototype
Analisa Kebutuhan UserMembuat PrototypeMenyesuaikanPrototype dengankeinginan userMenggunakan Prototype
 
 Keterangan dari bagian-bagian setiap gambar :
 
Analisa Kebutuhan User :
Pengembang dan Pengguna atau pemilik sistemmelakukan diskusi dimana pengguna atau pemilik sistem menjelaskan kepada pengembang tentang kebutuhan sistem yang mereka inginkan.
 
Membuat Prototype :
 pengembang membuat prototype dari sistem yang telah di jelaskan oleh pengguna atau pemilik sistem.
 
Menyesuaikan Prototype dengan keinginan user :
 Pengembang menanyakankepada pengguna atau pemilik sistem tentang prototype yang sudah di buat apakahsesuai kebutuhan atau tidak.
 
Menggunakan Prototype :
 Sistem mulai di kembangkan dengan prototype yangsudah di buat.
B.
 
Requirement Prototype
Adalah prototype yang di buat oleh pengembang dengan mendefinisikan fungsidan sistem procedure sistem dimana pengguna atau pemilik sistem tidak bisamendefinisikan sistem tersebut. Berikut merupakan gambar alur dari requirement prototype :TidaksesuaiTidaksesuai
Gambar Requirement Prototype
Analisa Kebutuhan UserMembuat Protote
MenyesuaikanPrototype dengankeinginan user
Membuat Sistem BaruMelakukan TestiSistem
MenyesuaikanSistem dengankeinginan user
Menunakan Sistem
 
Keterangan dari bagian-bagian setiap gambar :
 
Analisa Kebutuhan User :
Pengembang dan Pengguna atau pemilik sistemmelakukan diskusi dimana pengguna atau pemilik sistem menjelaskan kepada pengembang tentang kebutuhan sistem yang mereka inginkan.
 
Membuat Prototype :
 pengembang membuat prototype dari sistem yang telah di jelaskan oleh pengguna atau pemilik sistem.
 
Menyesuaikan Prototype dengan keinginan user :
 Pengembang menanyakankepada pengguna atau pemilik sistem tentang prototype yang sudah di buat apakahsesuai kebutuhan atau tidak.
 
Membuat Sistem Baru :
 Pengembang Membuat Prototype yang sudah di buat untukmembuat sistem baru.
 
Melakukan Testing Sistem :
 Pengguna atau pemilik sistem melakukan uji sistem ygdi kembangkan.
 
Menyesuaikan keinginan Sistem :
 Sistem Di Kembangkan Dengan keinginan Userdan Kebutuhan sistem, jika sesuai maka sistem siap di gunakan.
 
Menggunakan Sistem.
 
Keuntungan MenggunakanPrototype adalah
 :
 
Menghemat Waktu Pengembangan.
 
Adanya Komunikasi yang intensifantara pengembang dan costumer,sehingga kesalahan sistem bisa diminimalisir.
 
Implementasi akan lebih mudahkarena costumer Sudah MempunyaiGambran Tentang Sistem.
 
Kualitas sistem yang di hasilkan baik.
 
Memungkinkan Tim Pengembangsistem memprediksi danmemperkirakan pengembangan pengembangan sistem selanjutnya.
Kelemahan MenggunakanPrototype adalah :
 
Costumer Sibuk, Karena Costumerdan Pengembang harus sama-samamemiliki komitmen untuk saling bertemu dan membahaskebutuhannya.
 
Costumer Menginginkan Program /sistem segera beres sehinggaPengembang mengabaikanDokumentasi.
 
Seringnya Komunikasi dan evaluasimembuat costumer selalu berubahakan kebutuhannya sehingga tidakmengacu pada kebutuhan yang awal.
 
 2.
 
Penbandingan Prototype Model dengan Model yang lain
Prototype Model
Berfungsi sebagai mekanisme pendefinisian kebutuhan. Pertama, developer menggalisemua kebutuhan user secara cepat kemudian membangun prototipe yang sesuai denganyang diinginkan dengan cepat pula dan ditunjukkan ke user, baru dibuat Perangkat Lunakyang sesungguhnya berdasarkan komentar user terhadap prototipe. Kelebihannya: userdapat langsung melihat wujud Perangkat Lunak yang akan dibangun meskipun sederhanadan dari sana dapat digali kebutuhan yang lebih dalam sebagai bahan penyusunanPerangkat Lunak berikutnya.
Incremental Model
Incremental model menerapkan rangkaian linear. Setiap rangkaian linear mendeliveryincrement dari software. Sebagai contoh, software word-processing, dibangunmenggunakan incremental model, mendelivery fungsi dasar file management, editing,dan fungsi document production pada increment pertama. Kemampuan editing, danfungsi document production yang lebih baik pada increment kedua, checking dangrammar spelling pada increment ketiga. Proses akan diulangi sampai produk yanglengkap telah dihasilkan. Jika menggunakan Incremental model, increment yang pertamamerupakan inti product. Incremental model fokus pada pendeliverian opertional product pada tiap increment
Spiral Model
Track spiral menggambarkan jalur pembangunan software, termasuk siklus berulang daridiskusi, design, implementasi, dan testing. Menggunakan pendekatan ini, softwaredihasilkan dalam bentuk rangkaian incremental release. Keuntungan : model mendorongdialog yang berkelanjutan antara software engineer dan user, software requirementditetapkan kembali seiring progres project, sistem software diserahkan terus-menerussebagai serangkaian modul kerja, perkiraan (budget, jadwal) dapat lebih relistik, karenakebutuhan-kebutuhan yang penting sudah ditemukan pada bagian awal.Spiral model sering digunakan untuk project yang besar. Untuk project yang lebih kecildigunakan agile software development. Pada implementasinya, model spiral ini juga banyak digunakan, tetapi biasanya dikombinasikan dengan model yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar